BERBAGI

JAKARTA | KBA-Tahun 2019, kekuatan petahana pada pilpres di Jawa Tengah sangat kuat. Dia menyapu bersih suara hingga 82 persen. Cuma menyisakan 18 persen saja untuk oposisi. Tetapi ada rasa optimistis bahwa dalam pilpres tahun 2024, suara oposisi akan lebih lebih besar.

Ketua DPW Anies Baswedan Club (ABClub) Jateng Muhammad Aflofil menyatakan hal itu kepada KBA News, Selasa, 3 Januari 2023. “Ada banyak hal yang membuat kita optimis bahwa suara kita akan kuat dibandingkan dengan petahana. Ada banyak indikasi bahwa akan terjadi perubahan cukup signifikan bagi pendukung Pak Anies Baswedan.”

Sebelumnya, pendiri dan Ketua Dewan Pembina  Simpul Relawan Sobat Anies Nasional Luh Wongso Kuncoro di Solo, pekan lalu juga menyatakan keopitimisannya suara Anies akan cukup siginifikan di Jateng. Sekarang  Aflofil menyatakan hal yang sama. “Saya pikir kita bisa meraih 40 persen suara pemilih. Itu sudah cukup membuat Anies menang secara nasional,” kata tokoh muda aktivis Muhammadiyah Jawa Tengah itu.

Tahun 2019, dengan kekalahan telak lebih 60 persen di Jateng, Prabowo cuma kalah kurang dari 10 persen secara nasional. Jika sumbangan suara naik hingga 30 persen maka secara nasional suara Anies akan unggul dan menang. “Itu  kita optimis. Yang penting kita semua  perlu bekerja keras yang terdiri dari Tim Kampanye Nasional dan Daerah, Partai Pengusung, dan Para Relawan,” katanya.

Kantong suara

Ditambahkannya, kantong-kantong suara oposisi pada tahun 2019 akan tetap berada di tangan Anies dan tidak akan  perubahan berarti. Suara-suara kantong non-Muslim pun akan bergeser menguntungkan Anies walau tidak signifikan. Kuncinya cuma di Jateng. “Bisa meraih 40 persen suara di Jateng, insya Allah menang.”

Keoptimisan itu bukan tanpa dasar, kata Aflofil. Setidaknya ada tiga hal menyebabkan kita optimis. Pertama, terlihat tanda-tanda bahwa orang Jawa Tengah sekarang lebih terbuka kepada kekuatan di luar PDIP. Pemerintahan partai itu baik di tingkat lokal maupun nasional tidak mampu memberikan kesejahteraan kepada rakyat. Malah banyak tindakan mereka yang menyakitkan hati rakyat seperti kasus Wadas yang menyengsarakan rakyat satu desa.

Kedua, kiprah partai pendukung –yaitu Demokrat, PKS dan NasDem–cukup baik di daerah itu. Demokrat malah pernah menang di sana pada Pilpres 2009. Kejayaan itu bisa diulang lagi pada tahun 2024. Rakyat terlihat mulai mencari figur di luar elite PDIP untuk pemimpin mereka.

Ketiga, elemen-elemen masyarakat dan ormas sudah banyak yang mendukung Anies. Ini tidak terjadi pada pilpres sebelumnya. Ada kejenuhan terhadap elite dan partai banteng. “Indikasi  itu akan bisa dimanfaatkan jika kita jeli membuat perencanaan dan tindakan terukur dan efektif,” demikian kata Aflofil optimistis. (kba)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here