BERBAGI

JAKARTA | KBA – Nama Laksamana Malahayati, diabadikan menjadi nama salah satu jalan di DKI Jakarta. Peresmian nama jalan ini merupakan bentuk penghormatan dan penghargaan yang setinggi-tingginya dari Pemprov DKI Jakarta kepada pahlawan nasional asal Aceh tersebut.

Peresmian Jalan Laksamana Malahayati yang dilakukan langsung Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, Selasa, 23 Noveber 2021 ini didasarkan pada Keputusan Gubernur No. 1242 Tahun 2021 tentang Penetapan Nama Jalan Laksamana Malahayati menggantikan Nama Jalan Inspeksi Kalimalang Sisi Sebelah Utara

“Masyarakat Aceh memiliki peran penting dalam sejarah panjang kemerdekaan bangsa Indonesia,” ucap Gubernur Anies dalam acara peresmian yang dihadiri oleh Ketua Perkumpulan Masyarakat Aceh Surya Dharma dan Gubernur Aceh Nova Iriansyah secara daring, Selasa, 23 November 2021.

Lebih lanjut Gubernur Anies berharap, penetapan nama Jalan Laksamana Malahayati menjadi momentum untuk semakin memperkuat persatuan masyarakat antarprovinsi dan kolaborasi masyarakat dengan pemerintah maupun antarpemerintah daerah.

Apresiasi Masyarakat Aceh

Dikutip dari Kantor Berita Nasional, Antara pada Rabu, 24 Noveber, Pemerintah Provinsi Aceh menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Pemerintah DKI Jakarta karena telah menjadikan nama Laksamana Malahayati, pahlawan asal Aceh sebagai nama salah satu jalan di Ibu Kota.

“Saya mewakili Pemerintah Aceh dan masyarakat Aceh berterima kasih kepada Pemerintah DKI Jakarta, terkhusus kepada Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang telah memprakarsai pemberian nama jalan Pahlawan Aceh, Laksamana Malahayati, atau Laksamana Keumalahayati,” ucap Gubernur Aceh, Nova Iriansyah.

Menurut pemaparannya, Laksamana Malahayati adalah seorang perempuan pejuang yang berasal dari Kesultanan Aceh dalam melawan penjajah. “Pada tahun 1585–1604, Laksamana Malahayati memegang jabatan Kepala Barisan Pengawal Istana Panglima Rahasia dan Panglima Protokol Pemerintah dari Sultan Saidil Mukammil Alauddin Riayat Syah IV,” katanya.

Dalam sejarah juga disebutjan, bahwa Laksaman Malahayati memimpin 2.000 orang dalam pasukan Inong Balee (janda-janda pahlawan yang telah syahid) berperang melawan kapal-kapal dan benteng-benteng Belanda tanggal 11 September 1599 sekaligus membunuh Cornelis de Houtman dalam pertempuran satu lawan satu di geladak kapal.

“Dari perjuangan Keumala Hayati itu patut kita dijadikan contoh, apalagi bagi generasi muda sekarang. Banyak pelajaran yang bisa diambil dari perjuangan Beliau. Seorang perempuan yang gigih berani dalam mengusir penjajahan,” demikian pesan Gubernur Nova kepada generasi muda sekarang.

Untuk diketahui, di Jakarta sejumlah nama pahlawan asal Aceh juga sudah dipermanenkan menjadi nama jalan atau masjid. Misalnya, Masjid Cut Mutia, Masjid Cut Nyak Dien, Jalan Teuku Umar, Jalan Panglima Polim dan Jalan Teuku Cik di Tiro.

Adapun Jalan Laksamana Malahayati yang baru diresmikan Gubernur Anies ini memiliki panjang lebih kurang 7,6 kilometer yang melintasi Kelurahan Pondok Kelapa, Kelurahan Duren Sawit, Kelurahan Pondok Bambu, Kecamatan Duren Sawit dan Kelurahan Cipinang Muara, Kelurahan Cipinang Besar Selatan, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur. (kba)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here