BERBAGI

BLITAR | KBA – Terobosan Sobat Anies Blitar Raya ini patut diacungi jempol. Selain mengenalkan Anies Baswedan, juga sekalian melakukan pemberdayaan sehingga membantu meningkatkan ekonomi masyarakat.

Menariknya, pemberdayaan ini melalui budi daya tanaman sacha inchi, yang memiliki nilai ekonomis tinggi namun belum populer di masyarakat. Mereka menyebut program ini dengan Gerakan Menanam Pohon Kacang Sacha Inchi

“Di Blitar kita punya program menanam pohon sacha inchi dari Amerika,” jelas Koordinator Sobat Anies Jawa Timur, Poppy Palupi, kepada KBA News, Sabtu, 7 Januari 2022.

Sacha inchi dikenal sebagai kacang inca atau kacang gunung yaitu kacang yang berasal dari hutan tropis amazon. Secara morfologi, buah sacha inchi memiliki bentuk bintang, di mana dalam satu bintang dapat menyimpan antara 4 – 5 butir biji.

Berbagai bagian dari tanaman ini dapat dimanfaatkan. Daunnya mengandung antioksidan dan dapat dimakan sebagai sayur atau pun diolah sebagai teh. Biji buahnya memiliki kandungan asam lemak tidak jenuh dengan kadar omega 3 mencapai 47 – 51 persen, dan omega 6 mencapai 34 – 37 persen, dibandingkan dengan minyak zaitun yang memiliki hanya 1 persen kadar omega 3 dan 9 persen omega 9.

Tak hanya itu, kacang incanya juga dapat diolah menjadi minyak dengan nilai yang jauh lebih tinggi karena memiliki berbagai manfaat baik untuk kosmetik sebagai pelembab dan pencerah kulit.

Juga berkhasiat untuk kesehatan seperti penurun kolesterol dan asam urat, peningkat kecerdasan, dapat mengurangi resiko jantung bengkak, resiko stroke, menurunkan aktifitas tumor, radang sendi dengkul, meningkatkan penglihatan (katarak), dan menurunkan rasa kesemutan.

Biji kacang inca (Foto: Istimewa)

Poppy Palupi menjelaskan mereka telah menjalankan program ini sejak tahun lalu. Mereka mengenalkan tanaman dari hutan Amazon yang terdapat di Peru, Amerika Selatan tersebut, kepada masyarakat.

“Ini kita mau adakan pelatihan lagi bagi yang mau menanam. Messnya gratis, konsumsi gratis selama pelatihan. Yang menjalankan Koordinator Divisi UMKM Sobat Anies Blitar Raya, Pak Haji Son,” ucap warga Blitar ini.

Mereka pun sekalian memiliki program pembibitan. Masyarakat yang ikut pelatihan dan yang tertarik bisa membeli bibitnya dari Sobat Anies Blitar. Selama setahun ini, sudah lebih dari 700 orang yang membeli bibit dari mereka. Tidak hanya dari Blitar, tapi juga dari daerah-daerah di Jatim seperti, Kediri, Nganjuk, Bojonegoro dan Tulungagung.

“Satu pembeli ada yang pesan 200 bibit, 400. Untuk [harga] bibitnya, Rp25 ribu per polibag. Jadi ribuan yang sudah kami keluarkan. Kita menanam [sacha inchi] itu [jaraknya] per 3 meter,” ungkap nenek dua cucu yang juga pelaku usaha kuliner ini.

Bibit sacha inchi pesanan masyarakat Kelurahan Blitar, Kecamatan Sukorejo.

Pihaknya juga melakukan pendampingan kepada para petani. Masyarakat pun terus melakukan komunikasi dengan mereka setiap perkembangan tanaman tersebut. Apalagi, mereka sekalian menampung hasilnya.

“Sobat Anies sudah punya kontraknya. Dari pembibitannya sampai panen kita yang beli. Kita beli hasil panen Rp20 ribu per kilogram. Kita sudah punya kontrak dengan pabrik pengolah minyak omeganya di Tasikmalaya,” bebernya.

Bergerak sejak setahun lalu, saat ini sudah ada yang panen. Sementara di tempat percontohannya di Tasikmalaya butuh waktu 7-8 bulan baru panen, di Blitar dalam waktu 6 bulan kacang incanya sudah matang.

“Mungkin karena di sini karena panasnya maksimal. Jadi pertumbuhannya bagus. Dan itu tidak putus sampai 20-25 tahun pohonnya tidak mati. Bisa terus menghasilkan. Jadi ini sangat menjanjikan. Karena sangat menguntungkan,” tandasnya.

“Jadi ini program unggulan DPD Sobat Anies Blitar Raya yang langsung menyentuh akar rumput dengan konteks kedaulatan perekonomian ala Sobat Anies,” ucapnya.

Apalagi, program ini sekalian juga memanfaatkan lahan lahan kosong menjadi lebih produktif. Karena itu dia juga turut menanam pohon sacha inchi tersebut di pekarangannya.

“Saya ada 15 pohon saya tanam terpisah dari rumah. Dan yang ada di samping rumah ini baru menanam lagi 6 pohon,” demikian Poppy Palupi. (kba)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here