BERBAGI

JAKARTA | KBA-Indikasi bahwa Capres Partai NasDem Anies Rasyid Baswedan, Ph.D. didukung oleh sebagian besar masyarakat Riau terlihat dari animo masyarakat membicarakannya. Di kedai-kedai kopi  nama Mantan Gubernur DKI Jakarta itu disebut-sebut orang. Mereka memberikan penilaian positif pada saat Anies datang ke Pekanbaru akhir tahun lalu.

Ketua DPW Simpul Relawan Sobat Anies Putih Riau Birman Alwi menyatakan hal itu kepada  KBA News, Sabtu, 7 Januari 2023. ”Kalau Anda berkunjung Pekanbaru atau kota-kota kabupaten di Riau maka akan ditemukan banyak kedai kopi yang menyajikan sarapan pagi dan kopi atau teh. Kedai kopi itu merupakan budaya di tanah Melayu mulai dari Medan, Riau, Padang   hingga ke Jambi, Palembang dan Bengkulu,” katanya.

Di kedai kopi itulah orang-orang berbincang ringan dan saling memberikan informasi. Pembicaraan politik, sosial dan ekonomi disinggung semua. Tidak terkecuali tentang Anies. “Sudah lebih sebulan Anies meninggalkan Pekanbaru, tetapi perbicangan di kedai kopi tentang dia belum juga reda,” kata wartawan senior itu.

Hal-hal baik

Semua pembicaraan Anies adalah tentang hal-hal yang baik. Kedai kopi kata Birman, seringkali menjadi hakim atas pergaulan dan inteaksi sosial. Masyarakat memberikan penilaian dan pendapat sesuka hati, kadang-kadang tanpa data, hanya berdasarkan perasaan saja. Pembiaraan tentang Anies hanya bicara tentang yang positif saja sejauh yang masyarakat ketahui.

“Di tradisi kedai kopi Melayu tidak jarang terjadi pertengkaran antara yang membela dan menyerang seseorang. Dalam memperbincangan Anies masyarakat seakan sepakat mereka saling memberikan informasi yang positif saja. Berisi kelebihan Anies,” katanya.

Ini jarang terjadi, tambah Birman. Masyarakat Melayu terkenal kritis terhadap kekuasaan. Mereka mempunyai ungkapan yang terkenal dalam membahas kekuasaan dan orang-orang pemerintahan: Raja adil raja disembah, Raja batil Raja disanggah. Artinya, kekuasaan akan didukung selama memihak rakyat dan akan dilawan kalau sudah menindas rakyat.

Kedai kopi di tanah Melayu merupakan pusat perlawanan atau dukungan kepada penguasa.  Pembicaraan positif dan sanjungan akan dikeluarkan manakala masyarakat melihat kebaikan. Sebaliknya, kata-kata kasar, cemoohan dan antipati muncul jika dirasakan ada kezaliman yang dilakukan rezim.

Terhadap rezim Jokowi pada umumnya masyarakat menilai negatif. Sudah tidak bisa memperbaiki nasib rakyat malah buat pesta perkawinan anak secara mewah dan besar-besaran. “Sebaliknya kepada Anies orang membicarakan rekam jejaknya selama memimpin Indonesia dengan nada kagum dan dukungan,” demikian Birman Alwi. (kba)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here