BERBAGI

JAKARTA | KBA – Ketua Relawan Anies Pemimpin Tahun 2024 (AP24) Kabupaten Buleleng Yusuf Rahmadi mengatakan, untuk cawapres pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada Anies Baswedan.

Ia percaya bahwa Bakal Calon Presiden Partai NasDem itu akan selektif. Apalagi, kata dia, mantan Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 itu sudah diberikan otoritas penuh oleh Ketua Umum Partai NasDem.

“Seperti yang disampaikan oleh Bapak Surya Paloh ketika mendeklarasikan Anies, bahwa cawapres itu diserahkan kepada Anies Baswedan untuk menentukan siapa pasangannya,” katanya kepada KBA News, Sabtu, 7 Januari 2022.

Ia mengatakan, tentunya dalam memilih cawapres Anies akan melihat paling tidak dari segi kapasitas dan elektabilitas. Itu karena, hal tersebut mendukung atas kemenangannya di Pilpres 2024 nanti.

“Tentunya Pak Anies banyak pertimbangan dari segi kapasitas, elektabilitas dan lainnya. Dan itu juga tidak lepas dari kondisi politik yang ada. Tapi itu lagi, semuanya diserahkan kepada Anies Baswedan secara penuh untuk menentukan cawapres,” jelasnya.

Namun, jika ditanya secara pribadi, lanjut Yusuf, ia menginginkan nantinya mantan Rektor Universitas Paramadina itu didampingi oleh sosok yang kualitasnya tidak jauh dari Anies Baswedan.

“Kalau menurut saya tipe cawapres itu secara moral, secara ilmu politik, secara kecerdasan, secara Integritas, dan sebagainya bisa menyeimbangi Anies Baswedan sebagai presiden nantinya,” ujarnya.

Dari Luar Partai Pengusung

Sementara itu, Founder lembaga survei KedaiKOPI Hendri Satrio atau Hensat menilai, akan lebih baik Anies nantinya menggandeng cawapres di luar partai politik. Menurutnya, hal tersebut akan memberikan dampak yang lebih positif di Pilpres 2024 nanti.

Diketahui, saat ini dua calon partai koalisi yakni PKS dan Demokrat sama-sama mengajukan kadernya sebagai cawapres Anies Baswedan. Dari PKS yakni Ahmad Heryawan atau Aher. Dan dari Demokrat yakni Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

“Bagus dari luar keduanya. Ya sebetulnya kalau Anies bisa pilih wapresnya sendiri kan bagus. Jadi kebutuhannya itu kebutuhan presiden, bukan berdasarkan kebutuhan partai. Jadi akan sangat baik juga,” katanya kepada KBA News.

Ia menjelaskan, jika Anies Baswedan didampingi sosok di luar partai yang mengusungnya, maka dimungkinkan bisa mengakomodir semua partai politik yang mengusung di Pilpres 2024 nanti.

Sebaliknya, lanjut dia, jika sampai cawapres Anies dari salah satu partai politik yang mengusung, maka akan dimungkinkan ada kecemburuan atau pun ketimpangan di kemudian hari.

“Bisa mengakomodir semua semua partai. Jadi, artinya tidak salah satu partai. Mengakomodir semua partai kan bisa (sosok cawapres) dari luar partai,” jelasnya.

Menurutnya, ada banyak sosok yang bisa menjadi opsi untuk dijadikan pendamping mantan Rektor Universitas Paramadina. Salah satunya seperti Andika Perkasa hingga Mahfud MD.

“Ada Andika, Khofifah, Ma’ruf Amin, Mahfud MD, Sri Mulyani, menurut saya sosok yang bisa dipertimbangkan untuk mendampingi Anies Baswedan. Termasuk tambahan tiga, Retno Marsudi, Susi Pudjiastuti dan Rizal Ramli,” ujarnya. (kba)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here