BERBAGI

JAKARTA | KBA-Relawan Pejuang ABW terus berusaha memperkuat barisan di Jawa Timur.  Daerah itu merupakan wilayah pertarungan hidup dan mati setelah Jawa Tengah, karena itu penguatan relawan secara kualitas dan kualitas bukan saja diperlukan, tetapi merupakan keharusan.

Ketua DPW Pejuang Anies Baswedan (ABW) Jawa Timur Imam Nugroho menyatakan hal itu kepada KBA News, Sabtu, 7 Januari 2023, sehubungan dengan konsolidasi yang dilakukan di daerah itu. “Dari 38 kota dan kabupaten di provinsi ini kita sudah mempunyai 21 DPD. Ini tentunya belum cukup untuk menjangkau seluruh wilayah.”

Sebagaimana diketahui, hasil Pilpres 2019 di Jawa Timur, calon  petahana Jokowi mengalahkan calon pposisi Prabowo. Jokowi meraih 65,7 persen suara sedangkan Prabowo cuma 34,3 persen. Dari 38 kabupaten/kota, Prabowo cuma menang di enam dapil yaitu Pacitan, Bondowoso, Situbondo, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep

“Berdasarkan perhitungan rasional, Jatim merupakan dapil yang masuk tiga besar penduduk, yaitu Jabar, Jatim dan Jateng. Kekalahan oposisi tahun 2019 karena kekalahan telak di Jatim dan Jateng,” katanya.

Harus dapat

Untuk bisa memenangkan pertarungan di 2024, Anies Rasyid Baswedan, Ph.D. harus mendapat suara 50 persen di Jatim dari yang sekarang (suara oposisi) yang 34 persen dan Jateng harus meraih 40 persen dari yang sekarang cuma 18 persen. Makanya banyak yang menyatakan bahwa kedua dapil ini adalah dapil neraka.

“Tetapi kita jangan berputus asa dan berhenti berusaha. Dengan usaha yang keras, niat untuk memperbaiki Indonesia dan tujuan mensejahterakan rakyat, insya Allah, suara di kedua wilayah itu akan naik secara signifikan,” kata Imam optimis.

Hari ini, Sabtu, tambahnya,  DPW Pejuang ABW sedang berada kabupaten Magetan untuk melakukan rapat koordinasi dengan Ketua DPD Joko Surachmad. “Kita akan membahas apa yang bisa dilakukan. Kosolidasi penting dibuat untuk memberikan arah bagi membantu pemenangan di kabupaten tersebut.”

Magetan adalah salah satu kabupaten yang dimenangkan oleh petahana pada Pilpres 2019. Jokowi mendapat suara 67,7persen, sedangkan Prabowo cuma 32,3 persen. Daerah ini merupakan basis kaum nasionalis.

“Tetapi, kita optimistis bahwa suara di Jatim akan bergeser mengingat kondisi lima tahun yang lalu beda dengan saat ini. Sekarang secara umum rakyat merasakan hidup semakin susah. Rakyat ingin perubahan  dan Anies menawarkan itu dalam narasinya. Wajar kalau kita optimistis,” demikian Imam Nugroho. (kba)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here