BERBAGI

JAKARTA | KBA – Tokoh Aceh Utara, T.S. Sani mengatakan, penyebaran hoaks yang dilakukan oleh oknum tak boleh dibiarkan. Apalagi, hal itu jika sampai berpotensi memecah belah persatuan di Indonesia.

Salah caranya dalam hentikan berita hoaks, kata dia adalah semua pemuka agama, tokoh, pers dan ormas, harus ikut serta mengkampanyekan anti hoaks dan memberikan edukasi secara konsisten.

“Jangan beri ruang untuk menebar ujaran kebencian kepada siapapun untuk caci maki, fitnah, hasutan dan menebar berita bohong. Aparat dan semua pihak perlu tindak tegas dan menertibkan perilaku buruk tersebut. Jangan sampai bangsa kita dicap sebagai bangsa produsen hoaks,” katanya kepada KBA News, Rabu, 4 Januari 2022.

Namun, kata dia, untuk saat ini dirinya sangat optimis bahwa masyarakat sudah sangat cerdas dan kritis terhadap semua kabar yang bohong di media sosial. Lebih-lebih kabar yang memojokkan Bakal Calon Presiden Partai NasDem Anies Baswedan.

“Mereka punya cara sendiri dalam menilai dan mencari second opinionnya. Jadi percuma saja sebarkan berita hoaks untuk Anies Baswedan. Karena rakyat lebih yakin pada rekam jejak dari pada berita di framing hoaks,” ujarnya.

Sebelumnya, ia juga mengatakan soal penyebab mengapa Anies selalu jadi sasaran hoaks. Itu karena Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 itu adalah kandidat potensial menang di Pilpres 2024 nanti.

“Jadi, Anies perlu di framing negatif melalui assessment charater, dengan cara publikasi berbagai berita hoaks. Pelakunya jelas mereka yang tidak menghendaki kemenangannya,” katanya.

Ia menjelaskan, pelaku pembuat hoaks berasumsi, dengan trik seperti itu, dapat mengurangi dukungan kepada Anies. Kata dia, mereka lupa bahwa semakin Anies dibombardir dengan berbagai rekayasa hoaks, justru makin menggelorakan rasa empati dan simpati rakyat kepada Anies.

“Mengapa? Karena rakyat melihat ada kedzaliman terhadap Anies Baswedan,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan, bahwa cara berpolitik dengan menyebar hoaks, fitnah dan adu domba, adalah budaya politik yang tidak santun dan tidak beradab.

“Dalam agama Islam, berghibah saja itu termasuk salah satu dari dosa besar yang dapat menghapus pahala dalam sekejap. Apalagi hoaks dan fitnah. Itu lebih kejam dari pembunuhan. Mereka telah memberikan pahala kepada Anies,” ujarnya. (kba)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here