BERBAGI
Gibran Rakabuming Raka Mengejutkan Dalam Debat Cawapres Pilpres 2024

Jakarta News – Gibran Rakabuming Raka, yang sebelumnya dianggap sebagai underdog dan tak siap berdiusi, memukau dalam debat cawapres Pilpres 2024 dengan serangan terstruktur ke dua rivalnya.

Meskipun awalnya menolak berbagai undangan untuk tampil di publik, Gibran tampil berbeda dengan keberanian yang mencolok.

Dalam penampilannya, Gibran menantang pernyataan lawan-lawannya, terutama saat Muhaimin Iskandar berjanji untuk membuat 40 kota baru selevel Jakarta.

Dengan menggunakan headset untuk menerima panduan dari timnya, Gibran diarahkan dengan baik dan tampil lebih terstruktur dibandingkan rivalnya.

Gibran melakukan serangan dengan membandingkan sikap Cak Imin terhadap pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), menyatakan keheranannya terhadap dukungan Imin terhadap pembangunan kota baru sementara menggagas hal serupa.

Taktik jebakan dengan penggunaan istilah-istilah asing seperti “carbon capture and storage” dan “SGIE” dilancarkan Gibran. Meski dianggap melanggar norma diskusi, serangan-serangan tersebut membuat ‘goyah’ Mahfud dan Imin. Bahkan, Cak Imin mengakui tidak tahu apa yang dimaksud oleh Gibran, sementara Mahfud menjelaskan secara umum tanpa menjawab pertanyaannya.

Gaya serangan Gibran yang taktis dan penggunaan istilah asing mirip dengan strategi yang pernah dilakukan ayahnya, Joko Widodo, dalam debat capres Pilpres 2013 dan 2019.

Para pengamat politik seperti Ardha Ranadireksa dan Asrinaldi menyatakan keterkejutan mereka terhadap penampilan Gibran yang terstruktur dan persiapannya yang matang.

Penampilan Gibran juga disamakan dengan gaya Jokowi dalam debat capres sebelumnya, mengutamakan pembicaraan mengenai program-program ekonomi, pengembangan sumber daya manusia, dan hilirisasi industri. Meskipun mirip dengan Jokowi, Gibran terlihat lebih berisi dan emosinya lebih menggebu-gebu.

Meski demikian, pertanyaan akhirnya menyiratkan keraguan publik terkait kesiapan menerima Gibran sebagai calon wakil presiden. Dalam konteks ini, masih menjadi tanda tanya apakah publik sudah siap menerima Gibran sebagai wapres jika Prabowo mencalonkan diri untuk ketiga kalinya di tahun 2024.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here