BERBAGI
Imparsial apresiasi Anies ungkap ke publik perusahaan pengadaan alutsista

Jakarta News –  Peneliti imparsial Al Araf mengucapkan terima kasih kepada calon presiden nomor urut 1, Anies Baswedan, yang menyoroti peran pihak ketiga dalam pengadaan Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) TNI pada debat capres ketiga. pada 7 Januari 2024.

“Saya berterima kasih kepada Pak Anies atas perdebatan ini yang membuka wacana luar biasa tentang sektor pertahanan kita,” ujarnya, seperti dikutip KBA News dari kanal YouTube tvOneNews pada Jumat, 12 Januari 2024.

Al Araf memuji mantan Gubernur Jakarta yang berani mempertanyakan permainan dan penyimpangan dalam pengadaan pertahanan. “Tuduhan manipulasi terhadap Alutsista seperti itu sangat menyedihkan dan mengecewakan,” jelasnya.

Dia mencatat bahwa manipulasi pihak ketiga ini merugikan tentara Indonesia sendiri. “Mengapa? Sebab intrik tersebut mengakibatkan Alutsista di bawah standar. Seringkali prajurit kita harus menggunakan peralatan yang di bawah standar sehingga sering terjadi kecelakaan dan membahayakan keselamatan mereka,” ujarnya.

Al Araf menegaskan, seharusnya pertanyaan dan pernyataan Anies Baswedan pada debat ketiga ditanggapi langsung oleh Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan saat ini. “Tn. Pertanyaan Anies tentang keterlibatan pihak ketiga patut ditanggapi lugas oleh Pak Prabowo. Sayangnya, alih-alih membahas masalah tersebut, Pak Prabowo malah mengajak diskusi di balik layar,” ujarnya.

Sebelumnya, Anies Baswedan sempat mengutarakan kekhawatirannya terhadap kepemimpinan Prabowo Subianto di Kementerian Pertahanan. Anies mengungkapkan kesadarannya terhadap pemain internal pengadaan pertahanan dari PT Teknologi Militer Indonesia (TMI) dan PT Teknologi Pertahanan dan Keamanan Indonesia (IDST).

“Sebagai panglima tertinggi, seorang presiden harus menjunjung standar etika yang tinggi, karena keputusan yang diambil melibatkan pengerahan pasukan dan potensi korban jiwa. Namun di bawah kepemimpinan Saudara di Kementerian Pertahanan, banyak pemain internal dari PT Teknologi Militer Indonesia dan PT Teknologi Pertahanan dan Keamanan Indonesia yang terlibat dalam pengadaan Alutsista,” kata Anies saat debat.

Pengungkapan Anies Baswedan ini menggarisbawahi perlunya transparansi dan praktik etis dalam pengadaan pertahanan, sebuah sektor yang penting bagi keamanan nasional namun sering kali diselimuti ketidakjelasan dan kontroversi.

Perdebatan ini telah memicu diskusi yang lebih luas mengenai perlunya reformasi dan akuntabilitas di sektor pertahanan Indonesia, yang menyoroti pentingnya pengawasan dan penanganan potensi penyimpangan dan praktik korupsi.(DJP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here