BERBAGI

Jakarta News – Pengamat politik yang juga pegiat demokrasi Andrianto Andri menyatakan, kagum kepada capres nomor urut 1 Anies Baswedan yang menggagas gaya atau pedekatan kampanye yang langsung menemui pemilih terutama generasi muda dengan Acara Desak Anies yang membuat Anies bertemu langsung dengan pemilih.

Dia menyatakan hal itu kepada KBA News, Senin, 1 Januari 2024.

Menurut Andrianto, Desak Anies adalah acara yang dilakukan Anies Baswedan untuk berdialog dengan pemilih di daerah yang didatanginya. Dengan acara itu, dia mendapat masukan dan mencari jawaban atas masalah yang muncul.

“Saya berpendapat acara Desak Anies sangat ‘genuine’ (asli) dan memiliki nilai electoral tinggi. Ini patut diapresiasi karena pemimpin langsung bertemu dengan yang dipimpin,” kata Aktivis Reformasi 98 itu.

Memberikan efek elektoral yang tinggi, jelas Andri, karena langsung menyasar ke lapisan bawah pemilih.
Di samping itu, Ttmanya populis konkrit menyentuh persoalan sehari-hari.

Semua segmen

Andrianto Andri yang juga humas  Koordinator Gerakan Kuning, Ijo, dan Biru (KIB) itu menambahkan, seyogyanya, semua gerakan relawan AMIN memang harus menyentuh semua segmen.

Dia mengingatkan, Pemilu 2024 ini nanti akan jadi malapetaka bila capres yang mau melanjutkan  kebijakan pemerintahan sekarang yang buruk dalam segala sektor.

“Masyarakat harus disadarkan bahwa daya rusak pemerintahan Jokowi sangat mengerikan. Dalam politik, menunjukkan otoriterisme dan nepotisme. Sedangkan dalam ekonomi hanya menumpuk utang, sementara dalam bidang sosial hanya mempertebal segregasi di masyarakat yang terbelah,” ujar salah seorang inisiator Komite Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) itu.

Kata dia, pasangan AMIN (Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar)  yang jelas diametral harus tersosialisasikan, punya agenda yang berbeda.

Seperti yang di lakukan KIB (Kuning, Ijo , Biru), lanjutnya,  yang setahun ini bersentuhan dengan mahasiswa untuk menggugah kepedulian mahasiswa terhadap pemilu.

Tak hanya itu, tambahnya, KIB juga bersentuhan dengan arus bawah dengan program TPES 50 (tim pekerja electoral sistem) yakni KIB akan menyumbangkan minimal 50 suara per-TPS. Sejauh ini sudah terjadi di beberapa daerah di Jatwa Timur  dan Jawa Tengah.

“Jadi dengan bermacam gerakan, maka Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar bisa melompati capres lain. Dengan waktu yang tersedia Insya Allah haraasn kita akan terwujud,” tukas Andrianto optimis.(kba)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here