BERBAGI

Pilpres 2024 tinggal 42 hari lagi. Satu setengah bulan lagi menjadi babak penentu nasib rakyat lima tahun ke depan. Perubahan versus status quo. Hidup mudah lawan hidup susah. Realita lawan kepalsuan.

Berbagai percakapan offline dan online sudah jadi obrolan di warung-warung. Pilpres 2024 diprediksi dua putaran. Wajar bila ada pihak dari tim pasangan calon mulai membangun komunikasi dengan tim pasangan calon lain sebagai ikhtiar terbaik untuk menambah suara dan dukungan.

Kemungkinan besar Anies-Muhaimin versus Prabowo-Gibran akan melaju ke putaran kedua. Alasannya trend kenaikan elektabilitas Anies-Muhaimin. Prabowo-Gibran stagnan elektabilitas di kisaran 40 persen. Sementara Ganjar-Mahfud trend elektabilitasnya turun.

Amat berat Pilpres 2024 berlangsung satu putaran kecuali ada manuver politik dari tiga pasangan calon yang bakal mendongkrak suara. Salahsatunya Anies-Muhaimin melalui acara Desak Anies dan TikTok live ‘Temani Saya di Jalan’ yang ditonton lebih dari 1,5 juta orang.

Untuk menang satu putaran salahsatu pasangan calon harus menang di dua dari tiga provinsi dengan populasi pemilih terbanyak di Indonesia, yaitu Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Sementara menurut analis politik, suara Prabowo-Gibran sudah mentok. Tak mudah Prabowo-Gibran mengalahkan Ganjar-Mahfud di Jawa Tengah. Jawa Barat masih dominan Anies-Muhaimin. Sementara Jawa Timur masih jadi rebutan tiga pasangan calon.

Berdasarkan analis dan prediksi, kemungkinan besar Ganjar-Mahfud akan tereliminasi di babak pertama Pilpres 2024 yang akan digelar 14 Februari 2024 yang akan datang.

Lalu kemana PDIP sebagai partai pengusung utama Ganjar-Mahfud akan merapat di putaran kedua? Anies-Muhaimin atau Prabowo-Gibran.

Banyak yang berkeyakinan PDIP akan merapat bersama koalisi Anies-Muhaimin di putaran kedua 26 Juni 2024. Hal ini sekaligus akan mengkonfirmasi dugaan publik selama ini bahwa memang ada sesuatu yang cukup fatal antara Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dengan Presiden Jokowi sebagai ‘arsitek’ politik pasangan Prabowo-Gibran.

Beberapa kali Jokowi telah mengkhianati Megawati Soekarnoputri. Disamping tugas yang diemban Jokowi sebagai amanat partai tak pernah tuntas. Jokowi meninggalkan jabatan Walikota Solo di periode kedua. Gubernur DKI Jakarta hanya diemban selama dua tahun untuk maju di Pilpres 2014. Masih santer terdengar kalau Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri bakal maju kembali di Pilpres 2014. Batal karena di fait accompli oleh kadernya sendiri.

Isu terbaru adalah Presiden Jokowi telah ‘membangkang’ dari PDIP dengan mendukung calon presiden bukan dari PDIP. Dan upaya-upaya Presiden Jokowi dalam mengkerdilkan PDIP dan pasangan calon presiden yang diusung PDIP, Ganjar-Mahfud.

Kekecewaan bahkan mungkin sakit hati Megawati Soekarnoputri membuat PDIP amat sulit merapat ke kubu Prabowo-Gibran. Sementara pasangan calon Anies-Muhaimin selama kompetisi Pilpres 2024 tidak secara terbuka maupun tertutup menyerang PDIP dan Ganjar-Mahfud.

Wallahua’lam bish-shawab

Bandung,
20 Jumadil Tsani 1445/2 Januari 2024

Tarmidzi Yusuf, Kolumnis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here